Jumat, 02 Februari 2018

Sombongku

Tatapan awan. Tatapan gunung. Tatapan matahari. Membuatku berkata 'aku sangat kecil'.
Hatiku tertegur awan, yang sombong merasa sudah menjadi penyelimut lara. Sedang aku tak bisa seperti awan yang bisa terbentang luas menyelimuti penduduk bumi.
Hatiku tertegur gunung, yang sombong merasa sudah berdiri tegak tanpa orang lain. Sedang aku selalu terjatuh dan membutuhkan bantuan orang lain.
Hatiku tertegur matahari, yang sombong merasa aku adalah penguasa yang dapat berlaku apa saja. Sedang aku tidak memberi setitik pun tuk mengenyangkan kebahagiaanmu
Tak pernah ku menyadari. Ternyata aku ,makhluk yang berakal lebih tidak tahu diri dari pada AWAN,GUNUNG,MATAHARI yang akalpun ia tak memiliki.
Allah yang maha mulia,ketuk dan bukakan hati ini. Hamba tak kuasa dengan tanpa iradah-Mu. Hamba tak ingin penyakit sombong ini menjalar menikam kehidupanku. Dan berakhir dengan kehinaan.

Jumat, 26 Januari 2018

Sayatan Kecil

Sayatan kecil pada kakiku melara
Merobek membekas memberi luka
Suguhkan air mata pada pipi mempesona
Merapatkan mata mensudahi tangisan

Makna cinta yang berbeda

Makna cinta yang berbeda
Dari segi pelaku
Dari segi pekerjaan
Dari segi objek

Semua tak bermasalah
Tak memberi luka
Hanya butuh sayatan ketulusan
Agar cinta memiliki pelaku yang bekerja pada objek dg tulus

Lupa

Kardus bekas berserakan dimana-mana
Lupa tak terpikirkan
Tumpukan baju menggunung
Lupa tak terpikirkan
Piring kotor banyak tergeletak
Lupa tak terpikirkan
Padahal ini bagian dari hidupmu?
Jangan-jangan lupa pula punya otak untuk berpikir..

Minggu, 02 April 2017

Wibawa

Berseri raut wajahmu
berjalan penuh wibawa
pun hentakan pada kaki
kawan tertunduk menjatuhkan punggungnya



Mimpiku




Memimpikanmu adalah hal yang sangat luar biasa. Ku memelukmu erat kala ku melihatmu dibelakangku. Lantunan ayat Qur’an menghiasi jagat sembari ku menangis peluk erat dirimu.seakan ku tak mau ditinggal pergi. Kau melepaskanku. Tak sempat ku tatap wajahmu.karena senggukan air mata menyibukkanku.kau pergi. Dan masih kulihat jutaan manusia melantunkan ayat Qur’an yang suci. Ku pandangi,terdiam dan tetap menangis. Ternyata dalam tidur nyataku,air mata telah membasahi pipi. Begitu kusadar. Ku menangis bahagia dapat bertemu bahkan memelukmu. Terimakasih kakekku.kutak pernah melihatmu sebelumnya. Semoga kau tenang dan teriring rohmat disurga.

SULIT




Kotor,Redup,Kumuh
Semua tersebar dihatiku
Kebaikan sulit menembus
Menempelpun terkadang tidak

Hanya pengakuan
Aku mencintaimu
Tapi…Tidak…
Sulit membenarkan dalam hati

Aku tahu, aku harus mencintaimu
Tapi sangat sulit dengan ketulusanku
Hanya terucap perkataan  
Tapi kosong tanpa ketulusan

Aku salah … aku bodoh…
Ketidaktulusanku pertanda kelemahan imanku
Hanya orang beriman kuatlah yang akan mencintaimu
Semua berdasar jiwaku yang kotor

Walau, kekeruhan hati masih melanda hati
Ku beri’tiqod  kan mencintaimu
Belajar mencintai orang yang tak pernah jumpa
Kepada mu wahai Nabiku …