Jumat, 26 Januari 2018

Sayatan Kecil

Sayatan kecil pada kakiku melara
Merobek membekas memberi luka
Suguhkan air mata pada pipi mempesona
Merapatkan mata mensudahi tangisan

Makna cinta yang berbeda

Makna cinta yang berbeda
Dari segi pelaku
Dari segi pekerjaan
Dari segi objek

Semua tak bermasalah
Tak memberi luka
Hanya butuh sayatan ketulusan
Agar cinta memiliki pelaku yang bekerja pada objek dg tulus

Lupa

Kardus bekas berserakan dimana-mana
Lupa tak terpikirkan
Tumpukan baju menggunung
Lupa tak terpikirkan
Piring kotor banyak tergeletak
Lupa tak terpikirkan
Padahal ini bagian dari hidupmu?
Jangan-jangan lupa pula punya otak untuk berpikir..

Minggu, 02 April 2017

Wibawa

Berseri raut wajahmu
berjalan penuh wibawa
pun hentakan pada kaki
kawan tertunduk menjatuhkan punggungnya



Mimpiku




Memimpikanmu adalah hal yang sangat luar biasa. Ku memelukmu erat kala ku melihatmu dibelakangku. Lantunan ayat Qur’an menghiasi jagat sembari ku menangis peluk erat dirimu.seakan ku tak mau ditinggal pergi. Kau melepaskanku. Tak sempat ku tatap wajahmu.karena senggukan air mata menyibukkanku.kau pergi. Dan masih kulihat jutaan manusia melantunkan ayat Qur’an yang suci. Ku pandangi,terdiam dan tetap menangis. Ternyata dalam tidur nyataku,air mata telah membasahi pipi. Begitu kusadar. Ku menangis bahagia dapat bertemu bahkan memelukmu. Terimakasih kakekku.kutak pernah melihatmu sebelumnya. Semoga kau tenang dan teriring rohmat disurga.

SULIT




Kotor,Redup,Kumuh
Semua tersebar dihatiku
Kebaikan sulit menembus
Menempelpun terkadang tidak

Hanya pengakuan
Aku mencintaimu
Tapi…Tidak…
Sulit membenarkan dalam hati

Aku tahu, aku harus mencintaimu
Tapi sangat sulit dengan ketulusanku
Hanya terucap perkataan  
Tapi kosong tanpa ketulusan

Aku salah … aku bodoh…
Ketidaktulusanku pertanda kelemahan imanku
Hanya orang beriman kuatlah yang akan mencintaimu
Semua berdasar jiwaku yang kotor

Walau, kekeruhan hati masih melanda hati
Ku beri’tiqod  kan mencintaimu
Belajar mencintai orang yang tak pernah jumpa
Kepada mu wahai Nabiku …

Minggu, 12 Februari 2017

Nikmat-Mu


Hp banyak berceceran diatas meja makan restoran,sambil minum teh hangat bergaya ala remaja muda jaman sekarang lalu ce krek (photo). Kumpulan anak-anak kecil yang kini sudah tumbuh besar,anak-anak bau kencur yang sudah bau wewangian,bahkan anak-anak yang tak tau arti pacaran tapi sudah memikirkan pernikahan. Sebagian sudah menggendong dede kecil seperti ibunya ketika kecil. karena setiap orang berbeda prinsip,apakah menikah muda atau menunggu karir. mungkin saya termasuk dalam prinsip yang kedua.
Bukan hal pernikahan yang saya bicarakan,tapi melihat hasil dari kerja keras mereka setelah belajar bertahun-tahun untuk menggapai mimpi. benar sekali kata  bijak yang berbunyi “ Usaha tak akan menghianati hasil.” Kadar apa yang mereka dapatkan seperti apa yang telah ia usahakan. walau mungkin mereka sudah berusaha sangat gigih tetapi sekarang belum mendapat hasil yang memuaskan, saya yakin Allah sudah menyiapkan hasil besar yang belum di nyatakan.
Bahkan kadar usaha yang minim itu menghasilkan hasil yang besar,tak lain karena taufiq dari Allah. saya teringat kyai menjelaskan tentang Allah akan memberikan nikmat yang lebih dari usaha manusia itu sendiri bukan setimpal,tanpa dimintapun nikmat Allah sudah tersebar didunia.
seseorang meminta ingin kaya dan secara dhohir belum dinyatakan.Bukankah Allah sudah memberi nikmat, ia masih dapat bisa berbicara,berdiri,berjalan untuk berangkat bekerja. maka bukankah hanya berbicara,berdiri, dan berjalanpun itu nikmat besar ? bukankah selain itu masih banyak yang dapat dilakukan ? dan bukankah selain itupun sebuah nikmat yang besar ?